Mengenal Tas Rajut dan Proses Pembuatannya dari Awal hingga Jadi daunagel July 10, 2025

Mengenal Tas Rajut dan Proses Pembuatannya dari Awal hingga Jadi

Benang Rajut (Yarn) untuk Tas Rajut

merajut bukan hanya sekedar merajut tapi ada persiapan yang harus dipikirkan matang2 untuk mencapai hasil maksimal, berawal dari mengenal bahan dasar karya rajut yang akan dipakai dimulai dari benang.

Benang adalah bahan utama dalam pembuatan tas rajut (baik dengan teknik knitting atau crochet). Pemilihan benang yang tepat akan memengaruhi:

  • Kekuatan dan Daya Tahan tas.
  • Tekstur dan Tampilan akhir.
  • Fungsi (misalnya, tas belanja, tas tangan, atau tas dekoratif).

Berikut penjelasan lengkap jenis-jenis benang yang cocok untuk tas rajut:


A. Jenis Benang Berdasarkan Material

  1. Benang Katun (Cotton Yarn)
    • Karakteristik:
      • Tidak elastis, sehingga hasil rajutan lebih kaku dan kokoh.
      • Menyerap keringat, cocok untuk tas musim panas.
      • Tahan lama dan mudah dicuci.
    • Kegunaan:
      • Tas belanja (market bag), tas tangan (tote bag), atau tas dengan struktur rapat.
    • Contoh Jenis:
      • Sugar ‘n Cream (katun tebal), Lily Sugar ‘n Cream (untuk tas yang kuat).
  2. Benang Akrilik (Acrylic Yarn)
    • Karakteristik:
      • Lebih ringan dan lebih elastis dibanding katun.
      • Harga ekonomis, tersedia banyak warna.
      • Kurang tahan panas (bisa meleleh jika terkena suhu tinggi).
    • Kegunaan:
      • Tas casual, tas kecil, atau proyek cepat.
    • Contoh Jenis:
      • Red Heart Super SaverCaron Simply Soft.
  3. Benang Wol (Wool Yarn)
    • Karakteristik:
      • Hangat dan elastis, cocok untuk musim dingin.
      • Bisa shrink (menyusut) jika dicuci salah.
      • Kurang cocok untuk tas yang sering terbebani berat.
    • Kegunaan:
      • Tas winter, tas dekoratif, atau proyek rajutan tebal.
    • Contoh Jenis:
      • Lion Brand Wool-Ease (campuran wol dan akrilik).
  4. Benang Poliester (Polyester Yarn)
    • Karakteristik:
      • Tahan air dan lebih kuat terhadap gesekan.
      • Tidak menyerap keringat, cocok untuk tas outdoor.
    • Kegunaan:
      • Tas pantai, tas olahraga, atau tas yang butuh ketahanan cuaca.
  5. Benang T-shirt (T-shirt Yarn)
    • Karakteristik:
      • Terbuat dari kain kaos daur ulang, sangat tebal dan kuat.
      • Rajutan cepat selesai karena ukuran benang besar.
    • Kegunaan:
      • Tas belanja besar, basket bag, atau tas dengan tekstur chunky.
  6. Benang Rope/Tali (Macrame Cord atau Rope Yarn)
    • Karakteristik:
      • Kaku dan sangat kuat, sering digunakan tanpa hakpen besar.
      • Hasil rajutan memiliki struktur yang kokoh.
    • Kegunaan:
      • Tas anyaman (market bag), tas ramah lingkungan.

B. Faktor Pemilihan Benang untuk Tas

  1. Ketebalan (Weight Yarn)
    • Bulky (5) atau Super Bulky (6): Cocok untuk tas besar dan cepat selesai (misal: T-shirt yarn).
    • Aran (4) atau Worsted (4): Untuk tas sehari-hari dengan detail rajut lebih halus.
  2. Elastisitas
    • Jika ingin tas kaku (misal: market bag), pilih katun atau rope.
    • Jika ingin tas lentur, pilih akrilik atau wol.
  3. Perawatan
    • Pilih benang yang bisa dicuci mesin jika tas sering dipakai (cotton/acrylic).
    • Hindari wol jika tidak ingin risiko penyusutan.
  4. Estetika
    • Benang variegated (warna gradasi) untuk tampilan unik.
    • Benang solid untuk kesan minimalis.
Scroll to Top