Mengapa Golden Circle Harus Menjadi Dasar Setiap Strategi Bisnis? Ris Fanda September 22, 2025

Mengapa Golden Circle Harus Menjadi Dasar Setiap Strategi Bisnis?

lifestyle-young-friends-outdoors1

Sebelum membangun sebuah bisnis, brand, atau produk yang kuat dan menginspirasi, banyak orang langsung terjebak pada pertanyaan what (apa yang dijual) dan how (bagaimana cara membuatnya). Padahal, kunci untuk membedakan diri dan menarik loyalitas pelanggan sebenarnya terletak pada fondasi yang lebih dalam. Di sinilah Golden Circle, sebuah konsep sederhana namun powerful dari Simon Sinek, berperan sebagai rumus dasar yang efektif.

Apa Itu Golden Circle?

Golden Circle adalah model yang menjelaskan bagaimana pemikiran para pemimpin dan organisasi yang paling inspiratif di dunia seperti Apple atau Martin Luther King Jr. berkomunikasi dan bertindak. Konsep ini terdiri dari tiga lapisan konsentris:

  1. WHY (Mengapa): Ini adalah inti dari segalanya. Mengapa perusahaan Anda ada? Apa keyakinan, tujuan, atau misi yang melampaui sekadar mencari untung? Why adalah alasan dasar yang memotivasi setiap tindakan.
  2. HOW (Bagaimana): Lapisan ini menjelaskan bagaimana Anda mewujudkan Why tersebut. Apa nilai-nilai atau prinsip khusus yang membedakan proses Anda? How adalah tindakan yang Anda ambil untuk mewujudkan keyakinan Anda.
  3. WHAT (Apa): Ini adalah hasil nyata dari Why dan How Anda. What berupa produk, layanan, atau pekerjaan yang Anda tawarkan ke pasar. Ini adalah hal yang paling mudah dilihat, tetapi seringkali paling tidak bermakna jika berdiri sendiri.

Mengapa Golden Circle Begitu Efektif?

Kebanyakan bisnis berkomunikasi dari luar ke dalam (What -> How -> Why). Mereka berkata, “Kami menjual laptop berkualitas tinggi (What). Laptop ini memiliki prosesor tercepat dan desain yang elegan (How). Mau beli?”

Sebaliknya, organisasi yang inspiratif berkomunikasi dari dalam ke luar (Why -> How -> What). Mereka memulai dengan, “Kami percaya pada tantangan terhadap status quo dan berpikir berbeda (Why). Cara kami mewujudkannya adalah dengan mendesain produk yang user-friendly dan elegan (How). Kebetulan, salah satu produk yang kami hasilkan adalah laptop berkualitas tinggi (What).”

Komunikasi dari dalam ke luar ini langsung menyentuh bagian otak limbik (pusat emosi, loyalitas, dan pengambilan keputusan). Dengan menyampaikan Why terlebih dahulu, Anda tidak hanya menjual produk, tetapi sebuah keyakinan. Anda menarik pelanggan dan karyawan yang percaya pada apa yang Anda percayai.

Cara Menerapkan Golden Circle dalam Bisnis Anda

  1. Temukan WHY Anda: Mulailah dengan pertanyaan mendasar. Mengapa bisnis ini dimulai? Apa dampak yang ingin Anda berikan kepada dunia? Apa masalah yang ingin Anda selesaikan? Why yang kuat bersifat personal dan penuh gairah.
    • Contoh: Sebuah kedai kopi. Why-nya bukan “menjual kopi,” tetapi “menciptakan ruang komunitas yang hangat di tengah hiruk-pikuk kota.”
  2. Definisikan HOW Anda: Bagaimana Anda akan mewujudkan Why tersebut? Nilai-nilai apa yang akan memandu operasional sehari-hari?
    • Contoh: Kedai kopi tadi. How-nya bisa dengan “menggunakan biji kopi lokal yang beretika, melatih barista untuk ramah dan interaktif, serta mendesain interior yang nyaman untuk mengobrol.”
  3. Tentukan WHAT Anda: Barulah setelah itu, produk atau layanan Anda (What) menjadi bukti nyata dari Why dan How.
    • Contoh: What-nya adalah “kopi spesialti, teh, dan kue-kue buatan lokal.” Produk-produk ini adalah perwujudan dari tujuan menciptakan ruang komunitas.

Kesimpulan

Golden Circle bukanlah rumus ajaib yang instan, melainkan dasar atau kompas yang kuat. Dengan memulai dari Why, setiap keputusan—dari pemasaran, perekrutan, hingga pengembangan produk—akan menjadi selaras dan autentik. Konsep sederhana ini memastikan bahwa bisnis Anda tidak hanya dikenal karena apa yang dijual, tetapi dicintai karena mengapa dan bagaimana Anda menjalankannya. Mulailah dari dalam, dan biarkan kesuksesan mengikuti.

Scroll to Top