Merajut menggunakan tali agel memiliki kesamaan dengan penggunaan bahan fiber lainnya dalam hal karakteristik dasar, meski tekstur dan kekerasannya berbeda. Tali agel bisa menjadi pilihan alternatif yang lebih ramah lingkungan (eco-friendly) untuk membuat tas rajut. Tali berbahan serat alam ini, yang sebelumnya dianggap sebagai limbah oleh masyarakat lokal, kini berubah menjadi inovasi yang mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah.
Karakteristik tali agel memiliki kemiripan dengan benang fiber yang umum digunakan
Karakteristik tali agel mirip dengan benang fiber pada umumnya lentur, berukuran kecil, dan sangat panjang sehingga mudah dirajut. Kesamaan ini mempermudah proses merajut, sekaligus menghasilkan karya dengan ciri khas alami dan eco-friendly. Selain itu, proses pembuatan tali agel tidak menggunakan mesin pintal, melainkan masih dikerjakan secara manual dengan tangan. Hal ini memberikan nilai handmade yang autentik pada setiap produk yang dihasilkan.